Antara Olahraga dan Olah Ragi

Posted: September 8, 2011 in Notes
Tags: , , ,

Sering kita dengar semboyan “memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat”. Ini artinya antara olahraga dan masyarakat memiliki korelasi tanpa harus membedakan jenis kelamin.

Ada yang mendefinisikan olahraga  sebagai suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal. Menurut ensiklopedia Indonesia, olahraga adalah gerak badan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang merupakan regu atau rombongan.

Cholik Mutohir punya persepsi lain, Menurutnya, olahraga adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/pertandingan, dan prestasi puncak dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila.

Lalu, masyarakat itu apa? Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

Kelompok tersebut mencakup keluarga,  suku bangsa,  negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial. Jika diperinci lagi, keluarga terdiri orang-orang yang memiliki hubungan sedarah. Keluarga itu bisa terdiri dari laki-perempuan, suami-istri, anak-anak, kakek-nenek. Pendeknya, mereka yang memiliki hubungan darah akibat sebuah ikatan perkawinan.

Kembali ke soal olahraga, saya agak sewot ketika membaca koran yang isinyanya sepak bola semua dan yang diberitakan laki-laki semua. Olahraga tidak membedakan jenis kelamin, artinya olahraga bersifat universal. Apakah karena berakhiran huruf “a” jadi sepak bola menjadi olahraga para laki-laki?

Tahukah Anda perempuan bernama Mia Hamm atau Leslie Osborne atau Milene Domingues? Mereka adalah pesepak bola wanita yang tenar. Mereka wanita yang bisa olahraga, bukan wanita yang bekerja olah ragi. So…jangan buat diskriminasi di dunia olahraga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s