Menikmati Transaksi Keuangan via Ponsel

Posted: April 14, 2011 in Economic, Technology
Tags: , , , ,

Siang itu Pak Adi kehabisan pulsa. Karena stok di kios yang ada di dekat rumahnya kosong, ia meminta anaknya untuk membelikan pulsa. Sang anak yang memiliki “uang” di ponsel, bisa dengan segera membeli pulsa. Prosesnya juga mudah dan cepat.

“Uang” di ponsel sebenarnya bukan hal baru. Di Indonesia, ada Telkomsel Cash (T-Cash) dan XL Tunai. Kedua layanan ini memanfaatkan ponsel sebagai “dompet” atau e-wallet.

Pengalaman serupa juga dirasakan Wayan Redika. Dengan “uang” di ponselnya ia bisa membeli pulsa dengan mudah tanpa harus repot pergi ke kios. Untuk mengisi (cash in), Humas PLN Denpasar ini melakukannya di bank yang menjadi mitra operator tersebut. “Selain untuk beli pulsa, T-Cash juga bisa dimanfaatkan untuk bayar listrik,” ujarnya berpromosi.

Pilihan cash in selain di bank, juga bisa dilakukan di mitra yang bekerja sama dengan operator selular atau langsung dari kantor operator tersebut. Namun, yang kerap menjadi kendala adalah belum siapnya merchant melayani pelanggan T-Cash. Alasannya turn over karyawan di merchant terlalu cepat. Belum selesai menyerap ilmu, mereka sudah keburu keluar. Ada juga merchant yang kesulitan dengan peralatan khususnya modem.

T-Cash merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan melakukan transaksi menggunakan ponsel.  Transaksi yang bisa digunakan seperti pembelian barang melalui toko, website; pembayaran tagihan, serta pengiriman uang yang semuanya dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan ponsel.

Hari Purwanto

“Kelebihan T-Cash ini, pelanggan tidak perlu memiliki rekening di bank manapun untuk bisa menjadi pelanggan T-Cash. Pelanggan hanya perlu memiliki nomor Telkomsel, lalu mendaftar via SMS. Keuntungan lainnya, pelanggan tidak perlu harus membawa uang tunai, tidak pusing dengan uang kembalian, dan bisa melakukan transaksi keuangan tanpa datang ke merchant. Yang paling penting semua kegiatan bisa dilakukan menggunakan ponsel,” kata Corcomm Telkomsel Bali Nusra Hari Purwanto.

Donny Yuliardi

Sementara itu XL Tunai adalah layanan e-money dari XL yang akan memudahkan pelanggan XL dalam melakukan transaksi pembayaran tanpa perlu membawa uang tunai. “Layanan ini sekaligus telah memperkaya manfaat dari layanan seluler XL bagi pelanggan dan masyarakat. Kami berharap, tidak lama lagi pelanggan XL akan bisa melakukan transaksi apapun secara mudah, cukup melalui ponsel,” ujar Donny Yuliardi, Senior Manager Business Development XL.

Ia menambahkan, XL Tunai adalah e-money dengan sistem server-based. Nilai uang pelanggan tersimpan di server yang berada di XL. Sistem ini akan meningkatkan keamanan transaksi pelanggan, yaitu adanya nomor PIN untuk otorisasi transaksi, jika ponsel  hilang uang tetap dapat digunakan lagi dengan aman. Untuk menjamin keamanan pelanggan atas nilai uang yang ada di server XL, maka dalam melakukan pengisian data pribadi saat registrasi, pelanggan harus memasukkan data valid sesuai KTP atau kartu identitas yang berlaku. Dengan demikian, apabila ponsel hilang atau rekening akan ditutup, pelanggan akan dapat menarik kembali uang yang dimilikinya.

Melalui layanan ini pelanggan akan bisa melakukan berbagai transaksi pembayaran untuk belanja ataupun tagihan mereka dari merchant yang telah bergabung dalam XL Tunai. Pelanggan juga dapat melakukan transaksi pembayaran langsung di toko, maupun pembayaran secara remote (jarak jauh), seperti telemarketing atau web, melakukan pembayaran tagihan, bahkan juga pembelian tiket ataupun voucher/token.

Dengan menggunakan XL Tunai, transaksi pembayaran menjadi lebih mudah, aman, cepat dan murah. Mudah karena semua jenis transaksi dapat dilakukan dengan menggunakan ponsel. “Aman karena tidak perlu membawa uang tunai kemana-mana dan dibekali dengan PIN untuk otorisasi. Cepat karena tidak perlu antri lagi untuk melakukan pembayaran tagihan dan maupun menunggu uang kembalian. Murah karena tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk melakukan transaksi pembayaran tagihan, termasuk pembayaran jarak jauh,” imbuh Donny.

Karena mudahnya transaksi via ponsel ini membuat ponsel menjadi barang yang berharga dan tidak boleh lepas dari jangkauan. Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring saat berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha mengatakan orang lebih takut ketinggalan ponsel daripada ketinggalan dompet. Namun, sisi negatifnya, orang bangun pagi bukannya sembahyang tetapi melihat ponsel dahulu untuk mengetahui apakah ada pesan atau telepon tidak terjawab. — wah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s