Bergaya dengan Kontak Lensa

Posted: April 14, 2011 in Health

Gangguan penglihatan yang kerap dialami adalah plus atau minus. Salah satu upaya penyembuhan atau mengurangi gangguan adalah menggunakan kacamata. Namun, tak semua pengguna kacamata merasa nyaman dengan benda yang bertopang di hidung bagian atas dan terkait di telinga ini. Keluhan pun muncul, seperti hidung tertekan, telinga merasa tergandoli, dan sebagainya.

Untuk menyiasati keluhan ini, hadir kontak lensa yang lembut. Kontak lensa ini penggunaannya tak merepotkan hidung dan telinga. Tetapi, menggunakannya harus berhati-hati dan tangan harus bersih. “Kalau dilihat dari sisi praktis, bagi saya lebih praktis pakai kacamata. Tinggal pakai saja. Kalau tidur, kacamata tinggal dibuka. Tangan kotor tidak masalah. Beda dengan kontak lensa. Tangan harus selalu bersih kalau mau memasang atau melepas,” ungkap Ichwan Sitorus yang matanya minus 1,5.

 

Corcomm Tokobagus.com ini menuturkan dirinya pernah menggunakan kontak lensa yang masa kadaluwarsanya satu tahun. Alasannya ketika itu agar bisa tampil gaya tanpa harus terbebani kacamata di hidung. Setelah masa kadaluwarsa kontak lensa habis, ia menggunakan kacamata.

Kini Ichwan kembali menggunakan kontak lensa yang masa kadaluwarsanya 6 bulan. “Biar penampilan lebih menarik,” ujarnya. Walaupun sudah memakai kontak lensa, ia tetap mengenakan kacamata netral agar matanya tak terkena debu.

Ida Ayu Trisna Prabasari yang matanya minus mengaku menggunakan kontak lensa lebih efisien. “Mata tidak berat gara-gara kacamata. Tetapi kalau ada yang matanya  tidak minus atau tidak plus pakai kontak lensa, itu agar mata jadi bervariasi, ada warnanya,” tutur karyawati di sebuah bank ini.

Perempuan yang akrab disapa Gek Ina ini menambahkan, kelemahan kontak lensa adalah mata cepat kering sehingga membuat tidak nyaman. Untuk menyiasatinya, ia harus selalu membawa tetes air kontak lensa.

Penuturan Yudith Teshia Ranie mirip dengan Gek Ina. Lensa harus sering ditetesi cairan. “Kalau pakai kacamata ribet. Dengan kontak lensa lebih praktis dan bisa bergaya,” ujar perempuan yang matanya minus 0,5 dan menggunakan kontak lensa  warna abu-abu ini.

Yudith juga mengatakan ada temannya yang minus 6. Agar tidak memakai kacamata tebal, temannya itu memilih kontak lensa warna coklat muda. Jika diperhatikan, matanya mirip mata kucing.

Kontak lensa adalah alternatif pengganti kacamata. Saat ini banyak sekali merk kontak lensa yang beredar di pasaran. Namun, pada dasarnya kontak lensa dapat di kategorikan menjadi 2 macam saja, permanen dan disposable.

Kontak lensa permanen adalah jenis kontak lensa yang umur pemakaiannya 1 tahun atau lebih. Biasa juga disebut kontak lensa tahunan. Biasanya dikemas dalam botol-botol kecil. Pembeliannya biasanya bisa beda ukuran antara R (kanan) dan L (kiri).

Kontak lensa disposable adalah jenis kontak lensa yang umur pemakaiannya kurang dari 1 tahun. Ada dua macam kontak lensa jenis ini. Ada yang bulanan (minimal pemakaian 1 bulan hingga ada yang 6 bulan) atau harian (pemakaian untuk 1 – 3 hari saja). Biasanya kontak lensa ini dikemas dalam boks, bukan dengan botol. Kontak lensa ini tidak bisa dibeli dengan ukuran R atau L yang berbeda.

Untuk warna, kontak lensa hanya terdiri dari kontak lensa warna dan kontak lensa bening. Yang ber warna umumnya juga menyediakan ukuran normal (plano) sehingga dapat dipakai untuk memperindah mata. Harga kontak lensa bervariasi mulai Rp 100 ribu. Selain itu ada juga yang disebut dengan kontak lensa toric yang memiliki ukuran silinder. Kontak lensa toric ini harus melalui pemesanan terlebih dahulu. Harga kontak lensa ini relatif lebih mahal. –wah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s