Prestasi Lemkari Bali. Minim di Senior Potensial di Pemula

Posted: March 15, 2011 in Sport
Tags: , , ,

Kontingen tuan rumah Pengprov. Lemkari Bali berhasil mempertahankan gelar juara umum dalam Kejurnas Karate Lemkari Terbuka 2011, memperebutkan Piala Ngurah Rai, di GOR Lila Bhuana, yang berakhir Sabtu (15/1). Tahun 2008, ketika Kejurnas dilaksanakan  di Jembrana,  tim Lemkari Bali juga meraih gelar juara umum.

Lemkari Bali meraih empat keping emas, yang dipersembahkan Putu Ayu Novita Sari di nomor kumite junior -48 kg, Ni Made Tari Sumiadi Putri di kumite junior -59 kg, Made Werayoga di kumite junior -76 kg, dan Nengah Suardana di kumite -60 kg senior.

A.A. Nanik Suryani, Ketua Harian Pengprov. Lemkari Bali buka suara mengenai keberhasilan ini. “Kami sudah membuat program rutin jelang Kejurnas. Awalnya level kejuaraan ini Kejurda dengan memperebutkan Piala Ngurah Rai. Namun, karena peserta membludak, sampai ada dari Malaysia, akhirnya levelnya naik menjadi Kejurnas,” ungkapnya.

Nanik yang juga Ketua Panitia Pelaksana Kejurnas menuturkan kejuaraan ini dibuat untuk memberi saluran bagi dojo-dojo yang sudah mempersiapkan karatekanya. Hasilnya memang tidak mengecewakan. Prestasi dojo-dojo yang ada di Bali cukup lumayan.

Perempuan yang juga ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Bali ini menambahkan prestasi Lemkari Bali sempat mengalami fase sulit tahun 1980-1998. Namun, setelah fase sulit itu terlewati, prestasi karateka Lemkari mulai menampakkan hasil yang memuaskan. Imbasnya, karateka senior yang memiliki prestasi nasionnal masih minim. Tetapi untuk kategori kadet atau pemula, Lemkari Bali sudah memiliki banyak bibit potensial.

“Kami melakukan banyak gerakan untuk membuat Lemkari Bali maju. Kami awali dengan evaluasi  apa yang sudah dilakukan. Setelah itu, kami membuat perencanaan yang berjenjang, penataan organisasi, pembenahan internal dan membuat job description yang jelas. Hal yang sama juga dilakukan kepada para atlet dan pelatih. Latihan mereka terprogram. Tiap tahun kami mengadakan Gashuku (penyeragaman gerak dan teknik) dan rapat kerja. Majelis Sabuk Hitam tiap tiga bulan punya jadwal keliling kabupaten untuk latihan bersama,” jelas cucu pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai ini.

Apa yang dilakukan Nanik bersama pengurus, pelatih, dan karateka memang berat. Tetapi, hasil yang mereka petik cukup membanggakan. Karateka Lemkari Bali kini tak bisa dipandang sebelah mata. Mereka mampu memberikan yang terbaik. Saat ini terdata 3500 karateka yang bernaung di Lemkari dengan 100 anggota Majelis Sabuk Hitam.

Dibalik prestasi yang sudah dicapai, Lemkari Bali menghadapi beberapa kendala, diantaranya dana fasilitas dojo. “Untuk mengirim karateka ke kejuaraan di luar daerah, masih sulitn untuk mendapatkan sponsor. Tetapi, kami tidak menyerah. Kami terus mencoba melakukan pendekatan agar karateka bias bertanding demi mencapai prestasi maksimal. Mengenai dojo, ada dojo di Kintamani yang karatekanya sangat potensial tetapi fasilitas mereka perlu dilengkapi,” ujar perempuan yang juga aktif di Gapensi dan Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia ini.

Salah satu upaya yang tengah digarap adalah membawa Lemkari ke sekolah-sekolah. Masuknya karateka di ajang Porprov membuat peluang untuk lebih memperkenalkan olahraga karate ke sekolah-sekolah. Target Nanik yang lainnya adalah menjadikan Lemkari sebagai organisasi yang modern yang memiliki database yang akurat dan program kerja yang terukur dan terencana. Ia juga ingin karateka berprestasi mendapat perhatian dri pemerintah khususnya yang menangani bidang olahraga. –wah

Nanik Suryani (nomor 2 dari kiri)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s