Pengguna Narkoba Jarum Suntik Rawan Sakit Jantung

Posted: March 15, 2011 in Health
Tags: , , ,

Orang yang usianya dibawah 40 tahun dikatakan jarang terkena serangan jantung. Anggapan ini tak sepenuhnya benar. Pengalaman ini pernah dialami Prof. Dr. dr. Tuty Parwati, Sp.P.D. saat masih menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran. Ketika itu, ia merawat pasien yang terkena serangan jantung padahal orang itu usianya 20 tahun.

“Usia muda dan kondisi tubuh yang terlihat sehat dari luar belum tentu dia benar-benar sehat. Untuk mengetahui apakah ada sakit di dalam organ tubuh, perlu dilakukan pemeriksaan lebih detal. Sekarang zaman sudah maju dan teknologi canggih. Bagian terdalam tubuh sudah bisa dilihat, apakah ada gangguan, apakah fungsinya baik, dll,” ujar dokter ahli penyakit dalam ini.

Dalam kasus yang menimpa Adjie Massaid yang diduga akibat serangan jantung, ia mengatakan bisa saja menimpa siapa saja.  “Yang namanya serangan jantung, itu terjadi tiba-tiba sesuai dengan namanya serangan. Munculnya serangan ini bisa dipicu olah gaya hidup, hormonal, keturunan, dan jenis kelamin. Kaum perempuan yang sudah menopause lebih  mudah terkena serangan jantung karena faktor keseimbangan hormon dalam tubuh mereka,” tandasnya.

Istri dr. Sutrisna Widjaya, M.P.H. ini menjelaskan pembuluh darah yang halus dan elastis seiring pertumbuhan usia akan menjadi tebal dan kaku. Jika suatu saat pembuluh ini tersumbat, lalu ada tekanan darah yang kuat karena stress atau kelelahan, pembuluh ini akan pecah. Tersumbatnya pembuluh darah atau trombosis ini disebabkan pengapuran akibat kadar kolesterol tinggi.

Ibaratnya selang yang bagian dalamnya berlumut. Jika diberi air bertekanan keras, lumut akan keluar. Tetapi, jika selang ini tersambung dengan selang yang ukurannya lebih kecil, lalu lumut-lumut menggumpal karena tak bisa keluar, maka akan memicu pecahnya selang.

“Kondisi ini rawan terjadi pada orang yang gemar minum kopi dan merokok. Kafein dan nikotin memiliki peluang lebih tinggi untuk menyumbatkan pembuluh darah. Kalau pembuluh darah mengalami penyempitan, jika dipacu melebihi batas, ini yang akan meledak,” kata ibu dua putra ini.

Pengguna narkoba khususnya jarum suntik juga berpotensi mengalami “sakit” jantung. Jarum yang tidak steril akan mengakibatkan infeksi di pembuluh darah. Pembuluh darah ini akan mengalirkan kuman ke jantung. Dampaknya adalah endokarditis atau radang selaput jantung.

“Gejalanya, penderita mengalami sesak napas dan panas. Jika perawatan tepat, pasien bisa sembuh. Obatnya bisa menggunakan antibiotik,” ujar dokter yang menjadi peneliti AIDS pertama di Bali ini.

Belakangan, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga rentan mengalami serangan jantung karena efek samping obat. Obat mengakibatkan tekanan darah tinggi dan memicu kerja pembuluh darah melebihi daya normal. Bila dibiarkan, bisa menyebabkan pembuluh darah menuju jantung pecah. Karena itu, pemberian obat untuk ODHA harus dimonitor dengan ketat untuk meminimalkan terjadinya serangan jantung.

Namun, Runner Up 2 Ibu Teladan se-Bali tahun 2008 ini mengingatkan, sesuai prinsip kedokteran, lebih baik mencegah daripada mengobati. Solusinya dengan pola hidup sehat, tidak merokok, tidak minum miras, cukup istirahat, cukup olahraga, serta mengonsumsi sayur dan buah. Stress juga harus dihindari jika tidak ingin terkena serangan jantung. –wah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s