Mengendarai Motor Matik Menambah Kesan Feminin untuk Perempuan

Posted: March 15, 2011 in Otomotive
Tags: , , ,

Sepeda motor merupakan alat transportasi yang paling banyak di Indonesia termasuk di Bali. Jika dulu, hanya ada motor bebek yang menggunakan transmisi semi-otomatis yang sederhana, kini sudah ada motor dengan transimisi otomatis yang dikenal dengan motor matik. Kaum perempuan termasuk diuntungkan dengan motor matik ini.

“Naik motor matik lebih gampang. Tinggal hidupkan motor, putar gas, jalan. Kalau jalannya rata, laju motor bisa kencang. Tetapi, kalau jalan menanjak, laju motor agak berat,” ujar Tika, seorang pengendara motor matik.

Perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Denpasar ini menambahkan, motor matik cocok untuk kaum hawa karena kesannya feminin. Namun, kesan ini mulai pudar karena produsen motor sudah ada yang mengeluarkan motor matik yang lebih maskulin, dalam arti bodi motor lebih besar. Bahkan motor bebek pun sudah ada yang matik. Sebelumnya motor matik lebih banyak jenis skuter sehingga dikenal dengan skuter matik (skutik).

Penuturan Susi tak jauh beda dengan Tika. Susi mengaku naik motor matik gampang, tinggal gas dan rem saja. “‎​Lebih praktis dalam pemakaiannya walaupun perawatannya lebih mahal ketimbang motor manual. Sekarang sepertinya motor matik lebih banyak disbanding motor manual,” tandasnya.

Menurut Adhi Jaya, Manager Suzuki Puma Denpasar, trend motor di Bali memang didominasi type matic dan kaum perempuan merupakan penguasa pasar motor matik. ”Perempuan saat ini lebih memilih matik, karena mudah dikendarai dan memiliki fitur yang dapat mengakomodasi keperluan mereka, misalnya bisa membawa barang dan orang lebih banyak. Motor matik dengan bagasi yang luas, dek pijakan yang lapang, dan  pengoperasian yang mudah membuat matik digemari perempuan,” paparnya.

Adhi Jaya

Bagi perempuan yang mau belajar naik motor, sepertinya kesulitan dengan motor manual. Tetapi, dengan motor matik belajar naik motor jadi mudah karena tidak perlu mengoperasikan tuas perseneleng. “Perempuan kalau naik motor manual sangat malas memindahkan gigi pada saat perubahan peningkatan kecepatan atau memperlambat laju kendaraan,” ujar pria asal Tabanan yang juga Ketua Harian IMI Bali ini.

Oktuma Wibowo, Chief DDS PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Bali menambahkan jika dilihat populasi di Bali, peminat motor matik dari kalangan laki-laki juga banyak.”Motor matik memang menjadi tren di Bali karena easy to ride,” tegasnya.

Alasan lain, Bali merupakan daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing. Mereka ini di negaranya lebih mengenal motor matik ketimbang motor manual. Dampaknya, penyewaan motor matik lebih laku untuk kalangan wisatawan asing. Oktuma memperkirakan pangsa pasar matik di Bali 60-70 persen.

Untuk perawatan motor matik, Adhi Jaya mengatakan hampi r mirip dengan perawatan motor manual. Pemilik motor matik diingatkan untuk melakukan servis berkala dan ganti oli tiap 2.500 km, melakukan pembersihan rumah Continuously Varible Transmission (CVT) tiap 5.000 km dari debu yang masuk ke rumah CVT, pemeriksaan belt CVT dan roller tiap 15.000 s/d 20.000 km. “Jangan lupa ganti oli gear box setelah 3 kali ganti oli (7500km),” sarannya. –wah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s