Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Posted: March 13, 2011 in Economic
Tags: , ,

Memiliki kartu kredit bisa jadi merupakan sebuah prestise di kalangan masyarakat. Ada yang menilai kekayaan seseorang bisa dihitung dengan jumlah kartu kredit yang dimiliki serta besarnya batasan kartu kredit tersebut. Anggapan ini tidak memberi jaminan bahwa kartu kredit adalah tolok ukur kekayaan sesorang. Ada juga orang kaya yang tidak punya kartu kredit.

“Saya menggunakan kartu kredit untuk sisi praktis. Sebenarnya saya tidak suka berutang. Tetapin jika kondisi tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran dengan uang tunai, pilihan praktisnya kartu kredit,” ungkap Hari Purwanto, Corporate Communication Telkomsel Bali Nusra.

Ia mencontohkan, jika kondisi darurat dan uang tunai yang dibawa tidak mencukupi atau mau mengambil uang di ATM tetapi lokasi ATM jauh, solusinya kartu kredit. Selain bermanfaat praktis di dalam negeri, saat di luar negeri penggunaan kartu kredit juga membantu.
Hari menuturkan ketika dirinya bepergian ke Singapura, persediaan dolar Singapuranya menipis. Ketika belanja, ia memilih bertransaksi dengan kartu kredit. “Rasanya lebih aman bertransaksi dengan kartu kredit,” ujar pemilik dua kartu kredit ini.

Untuk menghindari beban bunga yang termasuk tinggi, Hari sebisa mungkin membayar sebelum jatuh tempo dan membayar lunas. Ia tidak ingin terjebak dalam utang dengan bunga yang terus berlipat. Menurutnya, ini merupakan salah satu kiat untuk bijak menggunakan kartu kredit.

Alumnus Fisipol UNS Solo ini menambahkan, selama memanfaatkan kartu kredit, dirinya tidak menemui kendala. Tetapi, hal yang membuat dirinya tidak nyaman adalah telepon yang menawarkan asuransi, penggunaan kartu kedua, dll. “Bisa saja data kita sebagai pemilik kartu kredit disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu seperti melakukan penawaran promosi. Disini muncul rasa waswas sebagai pemilik kartu kredit,” tandas pria yang gemar melakukan perjalanan wisata ini.

Pernyataan senada diungkapkan Alexandra Dewi, Regional Office Head Astra World Denpasar. Ia mengaku dalam situasi tertentu, penggunaan kartu kredit sangat membantu. “Dalam kondisi darurat, kartu kredit sangat bermanfaat. Di lain kesempatan, kita bisa memilih merchant mana yang memberikan manfaat lebih. Tetapi, intinya adalah bijak menggunakan kartu kredit,” ujar pemilik tiga kartu kredit ini.
Perempuan yang akrab disapa Alex ini menambahkan kondisi di Bali berbeda dengan di Jakarta atau Surabaya. Di kedua kota tersebut, banyak merchant yang memberikan penawaran diskon karena itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Sedangkan di Bali, penawaran masih minim.

Dari pihak bank, kartu kredit menjadi salah satu andalan untuk menjaring nasabah. Berbagai kemudahan diberikan agar nasabah mau menjadi pemegang kartu kredit. “Prospek kepemilikan kartu kredit di Bali sangat bagus. Walau ada banyak bank, potensi yang belum tergarap masih banyak. Sekarang tergantung bagaimana bank mengatur strategi untuk menambah jumlah pemegang kartu kredit,” ungkap M. Bayu Eri Setiadi, Manager Bisnis Bank Bukopin Cabang Denpasar.

Ia memaparkan kehadiran kartu kredit bisa menimbulkan efek domino. Bank mendapat nasabah, kemudian nasabah belanja di merchant yang sudah bekerja sama dengan bank tersebut. Siklus ekonomi pun berputar dan turn over –nya sangat cepat. Nasabah baik pemegang kartu kredit maupun merchant sama-sama mendapat pelayanan lebih dari bank karena bank juga berkepentingan dengan mereka.

Bayu juga mengatakan banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan kartu kredit, apalagi jika jeli melihat peluang dan penawaran. Misalnya, untuk makan di restoran A, ada diskon tambahan dengan menggunakan kartu kredit bank B, maka kartu kredit bank B yang digunakan. “Perlu strategi untuk mendapatkan manfaat lebih dari penawaran yang diberikan merchant. Tetapi, kata kuncinya adalah pengaturan keuangan. Kartu kredit itu membantu transaksi tanpa harus mengeluarkan uang tunai. Kalau uang tunai sudah ada, ya langsung bayar lunas tagihan. Jangan menunda karena bunga akan terus membengkak,” ujarnya mengatakan bunga yang dikenakan di kartu kredit antara 3,75 hingga 4%.

Hari Purwanto


Orangtua pun bisa memberikan kartu kredit bagi anaknya dengan membuat kartu tambahan yang limitnya disesuaikan dengan “uang jajan” si anak. “Begitu tagihan keluar, orangtua bisa tahu anaknya membeli apa saja dan dimana sehingga anak akan diajarkan bertanggung jawab. Plafon yang diberikan juga membuat anak akan membatasi diri untuk tidak belanja berlebihan,” tandas Bayu. –wah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s