Gerakan Indonesia Menabung. Rata-rata Saldo Tabungan di Bali Tertinggi

Posted: December 11, 2010 in Economic
Tags: , , , ,

Resesi ekonomi yang melanda dunia membuat negara-negara berlomba untuk melakukan perbaikan sekaligus membuat upaya pencegahan dini. Dari hasil pertemuan negara-negara maju, negara-negara berkembang, dan negara-negara yang berpopulasi banyak, ditemukan sebuah benang merah. Salah penyebab krisis adalah kurangnya akses masyarakat untuk berinteraksi dengan lembaga keuangan. “Dari catatan yang ada, rata-rata 40% masyarakat yang memiliki akses ke lembaga keuangan termasuk yang mendapatkan fasilitas bank. Di Indonesia, angkanya juga sekitar itu,” ungkap Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan.

Dari permasalahan tersebut, muncul gagasan untuk lebih mendekatkan lembaga keuangan dengan masyarakat. Ini pun menjadi bagian dari aksi Global Policy Forum negara-negara G-20 yang beranggotakan negara-negara maju dan berkembang serta memiliki populasi banyak. Aksi nyata itu ditindaklanjuti dengan upaya meningkatkan rasio tabungan masyarakat. “Tabungan memiliki korelasi dengan investasi. Kalau rasio tabungan rendah, investasi juga rendah. Ini menyebankan kita banyak tergantung dari investasi luar negeri. Untuk itulah pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) membuat gerakan yang meningkatkan rasio tabungan melalui Gerakan Indonesia Menabung (GIM) yang diluncurkan 20 Februari 2010,” jelas Jeffrey.

Target GIM dengan program “TabunganKu” ini mendapatkan 1 juta rekening dengan total nominal Rp 500 miliar tahun 2010 dan 5 juta rekening tahun 2011. Sebanyak 71 bank umum  dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta 1028 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di seluruh Indonesia ikut dalam program ini. TabunganKu merupakan tabungan murah tanpa biaya administrasi dengan bunga 0,75%. Tidak disertakannya fasiltas ATM membuat nasabah tidak dikenakan biaya administrasi. Setoran awal untuk rekening TabunganKu di bank umum minimal Rp 20 ribu sedangkan di BPR atau bank Syariah Rp 10 ribu.

Data BI hingga Juli 2010 menunjukkan sudah ada 616.413 rekening dengan nominal simpanan Rp 529, 6 miliar. Tiga provinsi yang memiliki jumlah rekening terbanyak, Jawa Timur (140.723 rekening dengan saldo nominal Rp 103,9 miliar), DKI Jakarta (92.640 rekening dengan saldo Rp 75 miliar), dan Jawa Barat (90.168 rekening dengan saldo Rp 66,7 miliar).

Tiga provinsi yang mencatatkan jumlah rekening terkecil, Bangka Belitung (2.411 rekening dengan saldo Rp 1,37 miliar), Maluku Utara (915 rekening dengan saldo Rp 1,2 miliar), dan Sulawesi Barat (277 rekening dengan saldo Rp 292,4 juta).

“Untuk rata-rata saldo tabungan tertinggi berasal dari Bali dengan nilai Rp 2,1 juta. Nominal ini dari jumlah rekening 11.271 dengan saldo nominal Rp 23,4 miliar. Rata-rata saldo terendah dari Bangka Belitung dengan nominal Rp 569 ribu,” ujar Jeffrey seraya mengatakan di Bali saat ini ada 43 bank umum dan 138 BPR.

Ia menambahkan peluncuran program ini juga untuk memperbanyak jumlah penabung di masyarakat. Berdasarkan survey penduduk antar sensus (Supas) BPS tahun 2005, 58% dari total orang dewasa usia produksi belum berinteraksi dengan bank atau tidak menabung di bank. Ini pula yang membuat banyak orang yang ingin mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sulit mendapatkan akses fasilitas perbankan.  Padahal jika sejak dini memiliki tabungan di bank, namanya akan tercatat dalam bank tersebut dan BI. Ini akan mempermudahkan bank mencari tahu siapa calon nasabah dan memberikan fasilitas bank, khususnya kredit.

Selain meluncurkan GIM, BI juga meluncurkan Gerakan Siswa Menabung (GSM) mulai 7 November 2010. GSM bertujuan meningkatkan peran daerah  dalam mengedukasi dan menyosialisasikan produk TabunganKu di kalangan siswa dan sekolah.

“GSM diselenggarakan dalam dua kegiatan besar. Pertama, peluncuran yang bentuk kegiatannya disesuaikan dengan keadaan dan kondisi daerah masing-masing. Kedua, kunjungan bank ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi selama November-Desember 2010. Untuk menyukseskan program ini, perbankan dan Lembaga Penjamin Simpanan memberikan beasiswa bagi sekolah yang gencar mendukung GSM,” tandas Jeffrey.

Penilaian GSM akan dilakukan awal tahun 2011 berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan GSM selama bulan November dan Desember 2010. 82 paket beasiswa di 41 daerah sudah disiapkan untuk diberikan kepada sekolah-sekolah yang giat menanamkan budaya menabung kepada siswanya. –wah

Comments
  1. islami forum says:

    Tanks you blog administrator

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s